Picture0042

Mengenali TB MDR di Lingkungan Sekitar


Indonesia menduduki peringkat ke tiga dalam daftar High Burden
Countries. Insidens TB diperkirakan (laporan WHO 2005) sekitar 623.000 kasus. prevalensi semua kasus diperkirakan sekitar 1.4 juta pasien dimana 282,000 kasus baru BTA positif
(Perkiraan insidensi 128/100.000). Tuberkulosis juga menduduki peringkat 3
daftar 10 penyebab kematian di Indonesia, yang menyebabkan 146,000
kematian setiap tahun (10% mortalitas total). Tuberkulosis sering mengenai
orang berpendapatan rendah. Data awal survei resistensi obat OAT lini pertama yang dilakukan di Jawa Tengah menunjukkan angka TB-MDR yang rendah pada kasus baru (1-2%), tetapi angka ini meningkat pada pasien yang pernah diobati sebelumnya (15%). Limited and unrepresentative hospital data (2006) menunjukkan kenyataan dari TB-MDR dan TB-XDR, sepertiga kasus TB-MDR resisten terhadap Ofloxacin dan ditemukan satu kasus TB-XDR (diantara 24 kasus TB-MDR). Tuberkulosis MDR di Indonesia belum mendapat akses pengobatan yang memadai karena tidak semua obat yang dibutuhkan oleh pasien TBMDR tersedia di Indonesia.

TB MDR merupakan penyakit yang di sebabkan oleh bakteri tuberkolosis yang sudah kebal terhadap obat-obatan terutama: Ripampisin ( R) dan Izoniasid ( INH). Di Banyak kasus, kadang ditambah dengan obat-obatan lainya, misal nya Etambhutol ( E), dan obat-obatan lainnya. Karena Penularan nya berlangsung lewat media Udara yang terpapar bakteri tuberkulosis dari Bersin, batuk dan bahkan berbicara penderita TB MDR, Penyakit ini sepertinya akan menjadi wabah yang paling menakutkan di Indonesia masa mendatang.

TB-MDR pada dasarnya adalah suatu fenomena buatan manusia (man-made
phenomenon), sebagai akibat pengobatan TB tidak adekuat .

Penyebab pengobatan TB yang tidak adekuat
· Penyedia pelayanan kesehatan:
· Buku paduan yang tidak sesuai
· Tidak mengikuti paduan yang tersedia
· Tidak memiliki paduan
· Pelatihan yang buruk
· Tidak terdapatnya pemantauan program pengobatan
· Pendanaan program penanggulangan TB yang lemah
Obat: Penyediaan atau kualitas obat tidak adekuat
· Kualitas obat yang buruk
· Persediaan obat yang terputus
· Kondisi tempat penyimpanan yang tidak terjamin
· Kombinasi obat yang salah atau dosis yang kurang
Pasien: Kepatuhan pasien yang kurang
· Kepatuhan yang kurang
· Kurangnya informasi
· Kekurangan dana (tidak tersedia pengobatan cuma-cuma)
· Masalah transportasi
· Masalah efek samping
· Masalah sosial
· Malabsorpsi
· Ketergantungan terhadap substansi tertentu

Pencegahan terhadap terjadinya resistensi OAT

Pencegahan terhadap terjadinya resistensi terhadap OAT ( TB MDR) dapat dilakukan dengan penguatan di Layanan pengobatan Tuberkolosis awal terutama di Pengobatan Kategori I dan II. Penguatan tersebut dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:
· Pengelompokkan kasus pasien TB secara tepat
· Regimen obat yang adekuat untuk semua kategori pasien
· Identifikasi dini dan pengobatan yang adekuat untuk kasus TB resisten
· Intergrasi program DOTS dengan pengobatan resisten TB akan bekerja
sinergis untuk menghilangkan sumber potensial penularan
· Pengendalian infeksi, pengunaan masker, kamar terpisah, dan sistem sirkulasi udara dan Cahaya ( ventilasi ) di rumah pasien  sangat perlu ditekankan pada Keluarga dan Pasien TB MDR agar tidak menular ke orang-orang sekitar nya.

Cara Mengenali Saudara atau keluarga yang terinfeksi TB, termasuk TB MDR

1. Batuk tidak berhenti selama dua minggu atau lebih

2. Berkeringat saat malam hari

3.  Nafsu makan kurang

4. Berat Badan turun

5. Pernah di obati OAT kategori I dan atau II sebelum nya

6. Pemeriksaan Mikroskopis menunjukan BTA ( Basil Tahan Asam) Positif

7. Hasil kultur biakan menunjukan resistensi minimal dua obat Ripampisin dan INH

8. Dengan beberapa pertimbangan jika pemeriksaan resistensi lewat GeneXpert :Ripampisin resistensi, pasien sudah dapat di Obati dengan terapi MDR.

Untuk saat ini pengobatan MDR telah terdapat di Kota Jakarta ( RSU Persahabatan), Surabaya ( RSU Dr Soetomo), Malang ( RSU Syaiful Anwar), Solo ( RSU Mulawardi), Makassar ( RSU Labuhan Bajo), Bandung ( RSU Hasan Sadikin), Medan ( RSU Pringadi) dan sedang di persiapkan untuk di Bali dan Daerah lainnnya.

Pengobatan TB MDR mengharuskan pasien untuk datang tiap hari ke Rumah sakit atau Puskesmas yang telah ditetapkan dan meminum obat dalam pengawasan langsung petugas rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s