Pangeran Malam


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Pangeran Malam

Malam larut

Rindu ini ku titip lewat rembulan

Saat begitu banyak tanya  berkelindan

Mungkinkah waktu tak  memihak kita

Atau kamu  tak ingin menyatu

Atau aku yang terlalu gandrung  kebebasan

Aku dan kamu

Kita tetap saling rindu

 

Malam kian larut

Kunang-kunang menghiasi kamar remang gulita

Pangeran,  berdansalah

ini malam  terasa panjang

Ku mengasah langkah di setiap birama

Pangeran, mengelinjang sambil berdendang irama surga

Di kening, telingga, bibir ranum, leher jenjang, buah dada, bahkan  sesuatu membuncah dalam celana

Enyahlah kunang-kunang

Aku ingin melemeskan raga yang mulai gersang

Jangan menatap ku meragu

Ku ingin melepaskan sejuta rindu

Lewat pangeran yang menari telanjang

Yang diantar rembulan tepat di tengah ranjang…..

 

Malam menjelang pagi

Aku terbangun sendiri

 

pondokgede 3 Maret 2010

Jam 01,45 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s