Positive Rainbow, Akuntabilitas Sosial Dalam Penanggulangan HIV dan AIDS di komunitas Gay Waria dan Lelaki seks dg Lelaki lainnya


Income generating Positive Rainbow

Feminisglow

Stigma ganda

Komunitas gay, waria dan lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki lainnya (GWL) di DKI Jakarta secara khusus dan di Indonesia secara umum masih merupakan komunitas kelas dua (www.it’smylifeclub.com , Jan 2008). Stigma dan diskriminasi yang dialami oleh komunitas GWL selalu didapatkan dalam kehidupan sehari-hari baik dimasyarakat maupun dalam pelayanan kesehatan dan sosial yang berikan stake holder dan Pemerintah.

Komunitas GWL masih sering dianggap sebagai komunitas yang “rusak” sehingga perlu “diperbaiki”. Banyak pelarangan yang ditujukan kepada komunitas GWL terjadi, sebagai contoh mulai dari pelarangan dalam hak berserikat dan berkumpul, pelarangan untuk aktualisasi diri di media, terbatasnya layanan publik yang ramah/bersahabat dengan komunitas GWL serta kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada komunitas GWL.

GWL yang hidup dengan HIV dan AIDS mengalami stigma ganda serta diskriminasi karena orientasi seksual mereka dan juga karena mereka terinfeksi virus HIV. Stigma sebagai individu yang bersalah, berdosa , berperilaku kotor dan keji akan terlihat lebih nyata saat mereka mengakses layanan kesehatan dan sosial.

Positive Rainbow

Positive Rainbow sebagai Organisasi Non Pemerintah (ORNOP) telah memulai pendampingan bagi komunitas GWL sejak tahun 2008. Dengan visi memperjuangkan kesetaraan bagi komunitas GWL, dengan melakukan peningkatan kapasitas bagi GWL dalam isu dukungan psikoseksual dalam hak-hak kesehatan bagi GWL dan GWL yang terinfeksi HIV. Positive Rainbow juga melakukan kerja advokasi bagi pemberi layanan agar lebih ramah pada komunitas. Sementara itu, usaha –usaha untuk mengawasi kebijakan-kebijakan pemerintah dalam pelayanan kesehatan dan sosial bagi komunitas GWL terutama mereka yang terinfeksi HIV juga dilakukan.

Positive Rainbow dan Akuntabilitas

Akuntabilitas adalah konsep dalam etika dan tata pemerintahan dengan beberapa arti. Dalam peran kepemimpinan, akuntabilitas merupakan pengakuan dan asumsi dari tanggung jawab atas tindakan, produk, keputusan, dan kebijakan termasuk administrasi, pemerintahan, dan implementasi dalam lingkup peran atau posisi kerja dan mencakup kewajiban untuk melaporkan, menjelaskan dan bertanggung jawab untuk konsekuensi yang dihasilkan (www.wikipedia.com). Dalam hubungannya dengan Positive Rainbow sebagai ORNOP akuntabilitas adalah pertanggungjawaban kepada lingkungan organisasi dan masyarakat dari segenap program/kegiatan Positive rainbow. Akuntabilitas dalam Program/kegiatan Positive Rainbow dapat dilihat setidaknya tiga aspek yaitu:

1.Akuntabilitas program/kegiatan

2. Akuntabilitas keuangan

3. Akuntabilitas sosial

Akuntabilitas program, merujuk bagaimana program/kegiatan yang dilaksanakan positive rainbow melibatkan komunitas, mengembangkan komunitas secara individual dan kelompok , meningkatkan peran serta komunitas dan menciptakan kemudahan komunitas untuk mengakses semua data tentang program/kegiatan yang dilakukan dalam batas-batas konfidensial bagi data-data yang bersifat pribadi dari klien. Semua program/ kegiatan dilakukan dalam standar operasional dan prosedur ( SOP) yang telah ditetapkan sebelumnya. Program/ kegiatan yang dijalankan bertujuan tidak hanya untuk komunitas tetapi juga bisa dinikmati oleh masyarakat. Misal: program/ kegiatan konseling dan diskusi pranikah yang dilakukan oleh Positive Rainbow bagi gay danlelaki biseksual, bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pilhan mereka untuk menikah. Hal terkait pada aspek hambatan, tantangan, keuntungan dan peluang pernikahan bagi seorang gay dan biseksual. Didalam proses diskusi ini diharapkan gay bisa mendapat pemahaman yang benar tentang pilihannya untuk menikah, memahami tentang hak dan kewajiban dalam pernikahan sehingga keluarga yang utuh dan kuat bisa tercipta. Kegiatan Disclosure pada pasangan , juga bepengaruh positif pada GWL, karena akan mendapatkan support dan dilain pihak juga mengurangi dampak buruk pada pasangan misal: mencegah pasangan tertular HIV. Hampir semua program/kegiatan Positive Rainbow bertujuan untuk penguatan komunitas sehingga membuat komunitas lebih bertanggung jawab pada keluarganya dan masyarakat.

Akuntabilitas keuangan, merupakan pertanggungjawaban keuangan dari semua dana yang diterima Positive Rainbow baik dari donatur, anggota organisasi dan sumbangan pihak lainnya. Pelaporan keuangan dilakukan dalam bentuk format sederhana dengan kaidah-kaidah akuntansi untuk lembaga non profit . Pelaporan dilakukan kepada pemberi dana, sebesar kontribusi dana yang diberikan dan anggota sebagai pemilih sah Positive Rainbow.

Akuntabilitas sosial, merupakan usaha Positive Rainbow untuk membangun kemitraan dengan stake holder, pemberi layanan publik baik itu pemerintah maupun swasta untuk lebih transparan dalam kebijakan-kebijakan terkait komunitas GWL, kerja advokasi untuk peningkatan anggaran yang lebih berpihak kepada komunitas GWL serta pengawasan terhadap program-program yang menjadikan komunitas GWL sebagai sasaran. Positive Rainbow mendorong stake holder dan pemerintah untuk secara aktif terlibat dalam usaha memperjuangkan kesetaraan bagi GWL dalam layanan Kesehatan dan sosial bagi GWL dan GWL yang terinfeksi HIV. Dan kedepannya diharapkan akan terwujud layanan tanpa stigmatisasi dan diskriminasi bagi komunitas GWL. Akuntabilitas sosial sehubungan kebijakan pemerintah dan tataran pelaksanaan pemberian layanan kesehatan dan sosial, Positive Rainbow mengkritisi , melakukan advokasi kepada pemberi layanan kesehatan. Seperti yang pernah dilakukan Di RSUD Koja, Advokasi kritis dilakukan kepada RSUD Koja dengan memperjuangkan pengunaan anggaran APBD utk Orang terlantar bagi komunitas GWL yang tidak memiliki kartu tanda penduduk. Pengambil kebijakan d i RSUD koja akhirnya memberikan kemudahan rawat inap bagi GWL yang tidak mampu dan tidak punya KTP dengan pembebasan biaya atau gratis.

Jejaring GWL-INA dan Akuntabilitas Sosial

Pengembangan jejaring dengan ORNOP lain dan keterlibatan dalam jaringan GWL-INA, juga merupakan bagian dari akuntabilitas sosial positive rainbow. Berjejaring dalam rangka pengembangan kapasitas organisasi, peningkatan pelayanan bagi komunitas, penguatan kemampuan mengadvokasi secara lebih sistemik dan struktural serta penggalangan kekuatan lebih besar baik di skala Daerah maupun tingkat nasional. Tujuannya adalah untuk mengkritisi dan mengawasi kebijakan, anggaran dan kegiatan yang lebih berpihak bagi komunitas GWL dan GWL yang terinfeksi HIV. Jejaring GWL -INA merupakan jaringan organisasi dan kelompok-kelompok dukungan sebaya yang bekerja untuk penanggulangan HIV dan AIDS bagi GWL di Indonesia. Jejaring menjadi garda depan dalam melakukan advokasi kepada stake holder di tingkat nasional; GWL INA mendorong KPAN untuk lebih transparan dalam pengelolaan dana Anggaran yang berasal dari APBN untuk penanggulangan HIV dan AIDS di Komunitas GWL. Kedepannya GWL-INA akan melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran yang berasal dari APBN dan APBD di 10 kota kabupaten di Indonesia yang kemudian akan terus diperluas setiap tahunnya. Selain Itu GWL INA, sebagai representatif dari organisasi GWL di Indonesia juga bergabung di UNGASS Forum yang terlibat dalam pengawasan dana yang berasal dari Global Fund untuk penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s