Kunikahi Kau Tanpa Cinta


Jorge, teman lamaku datang telat 15 menit, Di Mall Grand Indonesia tempat kami janji untuk bertemu dan berdiskusi masalah pernikahan nya yang tinggal beberapa bulan lagi. Dia terlihat masih ceria, heboh saat menyapaku dengan gayanya yang sedikit manja. Beberapa saat ku coba lihat apa sih yang berbeda dari Jorge??? Jorge sekarang manager satu Maskapai Penerbangan Di Indonesia……Rambutnya dicukur plontos, dulu rambutnya ikal dan sedikit gondrong sehingga membuat wajahnya terlihat cakep dan unik, bajunya masih kaos dari merk yang sama dengan saat kuliah dulu, jeans masih merk yang sama, sepatu kets dan tas besar yang mengelantung di pundaknya pun masih dari tipe yang memang Jorge bangeeet….. …..

“ Bro bisep mu terlihat keren.” Komentar ku saat menyadari Jorge lebih terlihat berotot saat ini, dan jorge langsung berceloteh tentang kebiasaan nya nge Gym 4 kali seminggu dan makan telor dalam jumlah besar.

“ dada mu isi telur dong, pantas gede !” godaku. Jorge memukul ku manja sambil menarikku untuk segera pesan makanan. …………………………….

“ gimana persiapan pernikahan mu?” tanyaku saat makanan telah habis Di Piringku, dan mulai beralih untuk menyerumput jus buah Di Depanku.

“ Udah pesan undangan, Herman.” Aku tersenyum.

“ Tapi keluarga ku belum, baru calon istriku” tambahnya, dia menyulut sebatang rokok yang terselip di Bibirnya yang merona merah.

“ Yakin, dengan pilihanmu?” tanyaku.

“ Pada akhirnya aku memilih menikah setelah beberapa kali hubungan ku sebelumnya tidak berhasil, Gay kan ngak ada yang serius, aku tertipu beberapa kali. Malah ada yang bikin aku sampai bangkrut.” Jorge bercerita dan mata indahnya menerawang menembus kaca. Lampu-lampu di bundaran hotel Indonesia mulai menyala . Jakarta terlihat megah dan sempurna di Titik ini.

“ Akhirnya menikahi wanita menjadi pilihanku, mungkin menikah akan membuat Keluarga senang, punya keturunan, punya pasangan hidup dan mungkin sekalian bertobat. Aku takut say, tua sendiri, walau dada ku selalu berdebar lihat lelaki, dan kamu tahu ngak, aku sebenarnya tidak tertarik secara seksual dengan dia?”

Aku mengerenyitkan alisku, setelah berpikir sedikit aku bertanya

“ Bagaimana kamu berpikir menikah kalo kamu tidak tertarik secara seksual?”

“ Aku pikir untuk sekedar melakukan hubungan suami istri bisalah lah, paling tidak di Pagi hari” dia beralibi

“ Menikah dalam masa lama loh? “

“ biar seperti air mengalir saja herman:” jorge menghisap dalam rokoknya, bola-bola asap keluar dari mulutnya.

“ maksudmu?”

“ Aku tidak mau memikirkannya, toh banyak juga pasangan jika tidak cocok akhirnya berpisah?” Matanya serius menunggu jawabku.

“ Tapi kamu tidak berpikir menikah untuk ajang coba-coba kan? Desakku.

“ Tidak pasti, aku ingin menikah karena aku ingin share my life “

“ Kamu sudah share juga tentang orientasi seks mu?”

“Tidak, dia bisa pergi meninggalkanku. Mana ada wanita yang mau menikah kalo tahu suaminya menyukai sejenis?, toh aku ngak wajib terbuka kan??? Atau aku wajib ya?” Aku melihat raut binggung di jidat licinnya Jorge.

“Menikahi wanita berarti kamu berbagi masa depan, kesempatan, peluang untuk bahagia. Apakah kamu berpikir dengan menutup orientasi seksmu kamu telah membuat dia memilihmu dengan dasar yang bener?apakah kamu tidak akan merasa bersalah kalo suatu saat istrimu tahu dan tidak bisa menerima dan apakah kamu akan nyaman jika berbohong seumur hidupmu ?“

“ dia tidak perlu tahu, kan hanya butuh bermain cantik. Terus kalo tidak bisa terima ya pisah, temanku ada kok yang bercerai” urai jorge

“ Kamu pernah mencoba berempati ngak Jorge, jika kamu ada di posisi dia atau adik perempuan mu? Bagaimana perasaanmu, jika tahu selama ini dia berhubungan seks dengan suami yang harus menghayalkan lelaki untuk bisa making love, lelaki yang hanya berhubungan seks sekedar pelepas tanggung jawab dan kewajiban”

“ seserius itu ya?”

“Iya, coba bagaimana perasaan mu jika ngeseks dengan orang, dia sebenarnya ogah untuk having seks dengan kamu, terus melakukannya hanya dengan setengah hati?”

“ Aku pernah herman, dan aku sebel banget dan aku tidak pernah lagi hubungi dia”

“begitu juga pasti dengan istrimu”

“ Tapi herman, ini tidak bisa dibatalin, udah lamaran, kita udah pesan undangan, pesan cincin kawin?”

“Terus jalan keluarnya menurutmu?” Aku lihat di kedalaman mata Jorge.

“ Aku tetap menikah, yah pintar-pintar akulah menutupinya, atau aku tidak usah berhubungan seks dulu dengan laki-laki.”

‘”Aku akan belajar untuk cukup melihat dan menikmati lelaki dari jauh?  tapi Herman, teman-teman kantorku yang hetero berselingkuh , toh apa bedanya? laki-laki dan perempuan sama aja kan?”

Jorge terlihat sedang mendapatkan alasan yang tepat.

“ Menurutku pernikahan lembaga yang suci, harus dimulai dengan kejujuran dan dimaintenance dengan cara-cara yang suci juga. Peselingkuh pasti akan menyakiti pasangan , tapi akan lebih menyakiti wanita jika perselingkuhan itu dengan alasan tidak menyukai nya secara seksual, wanita akan merasa direndahkan dengan sangat”.

“Jadi menurutmu aku bagaimana?” Jorge menantang dengan matanya yang indah.

“semuanya tergantung kamu Jorge, menikah hak semua orang, siapapun bebas memilih menikah atau tidak. Tetapi dalam menikah menurutku, baiknya kita terbuka. Pasangan kita punya dasar pilihan yang kuat untuk memutuskan. Atau kamu tidak terbuka tetapi kamu harus yakin untuk benar-benar memulai hal baru, dan maintenance dirimu agar kuat. Memperbaharui keimanan lewat dakwah yang kontinyu mungkin bisa membantu untuk setia”

“‘ Herman, aku tidak bisa membatalkan pernikahan ini”

“Aku hanya berharap kamu lebih yakin , jika sudah yakin, lets go my bro….”

Jorge dan aku berjalan keluar mall saat bintang-bintang cantik menghiasi langit jakarta, dibawahnya air mancur menari diterangi lampu-lampu jalanan dan mobil-mobil yang mulai terlihat menyepi.i.

By posrainbow Posted in Tak Berkategori

One comment on “Kunikahi Kau Tanpa Cinta

  1. Tulisan yang mengugah, tetapi bisa saja kan dengan menikah jorge kembali menjadi hetero? atau bertobat.
    Mas, minta no telpnya dong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s