SEORANG TEMAN TERBARING DI BANGSAL E7


SEORANG TEMAN TERBARING DI BANGSAL E7

seorang teman terbaring di bangsal E7

tubuh ringkihnya terkulai dalam pelukan bantal putih

kegagahannya menyelinap pergi

tatapannya kosong, sepi

sendiri, cinta seperti tak sudi menemani

semua pergi entah ke ujung negeri

seorang teman terbaring di bangsal E7

kejayaan muda terenggut punah

kandidiasis telah mengunci lidah untuk berkata

carinii mengetarkan dada, terseguk tiap tarikan nafasnya

sifilis lapisi kelopak mata

tiada kerling,

tiada tatapan penuh goda

tak juga sinar tajam yang merontokan iman di dada

seorang teman terbaring di bangsal E7

ditutup semua cerita tentang dirinya

dalam kegelapan, dia tak pernah bersuara

perjalanan tak sudi dijadikan peta

ada seribu Tanya yang menunggu jawaban

ada sejuta duga yang menuduhnya

hanya diam tak berbahasa

seorang teman terbaring di bangsal E7

ku tatap wajah pias

rona-rona cinta pernah kulihat berpendar disana

seribu canda pernah terlontar di bibir merah

kini kesakitan menghilangkan aura

raga seolah terpisah dari jiwa

terpurukku disampingnya

seorang teman terbaring di bangsal E7

kulihat banyak tatapan penuh duga

stigmakah yang kini harus dia terima?

Ada rumah sakit yang telah mencampakannya

Diskriminasikah yang memperburuk kondisi raga?

Kudengar banyak keluarga yang takut menghiburnya

Informasikah yang menghalangi kasih dan cinta?

Seorang teman terbaring dibangsal E7

Kubisikan di telingganya “ kan ku susun langkah memastikan kau tidur dengan mimpi indah dan bangun esok pagi dengan ceria”

Pondok gede, 4 april 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s